Krisis Moneter Turki Yang Sangat berpengaruh kepada indonesia

https://erafakta.com/2018/08/14/krisis-moneter-turki-yang-sangat-berpengaruh-kepada-indonesia/
Krisis Moneter Turki Yang Sangat berpengaruh kepada indonesia.
Krisis keuangan turki yang tengah terjadi. pasalnya adalah mata uang negara tersebut yakni adalah Lira sudah menurun hingga keposisi paling rendah, akibat permasalahan diplomatik dengan pemerintah Amerika Serikat (AS).

Hal itu pun dikhawatirkan memengaruhi negara-negara di emerging market termasuk Indonesia. Namun, dampaknya ke Indonesia terutama lewat jalur finansial atau via pasar finansial Eropa dan negara-negara emerging market ketimbang jalur perdagangan. “Karena Turki bukan mitra dagang utama Indonesia,” pungkasnya Project Consultant Asian Development Bank Institute Eric Sugandi kepada Republika.co.id, Hari Senin.

Di pasar finansial, investor global sangat khawatir krisis di Turki bisa menyeret Eropa karena utang Turki terutama untuk membangun berbagai macam proyek konstruksi dan infrastruktur banyak dari Uni Eropa. Maka, krisis itu dikhawatirkan bisa memengaruhi bank-bank di Uni Eropa yang memberikan pinjaman ke Turki.

“Banyak pelaku pasar finansial global yang mengkhawatirkan risiko krisis Turki akan meluas. Akibatnya banyak investor global yang tarik uang dari emerging markets dan beli aset-aset yang dianggap aman seperti US treasuries, itu membuat demand terhadap dolar AS jadi naik,” pungkas Eric.

Sebab dari itu, kata dia, kurs rupiah yang tertekan hari ini karena outflow dari emerging market sehingga permintaan terhadap dolar AS naik. Hal tersebut juga ditunjukkan dengan menguatnya indeks dolar AS (DXY) yang berarti dolar AS dalam posisi menguat terhadap mata uang beragam negara lain.

“Jadi itu faktor eksternal penekan rupiah yang berkaitan dengan Turki. Faktor eksternal lainnya misal, kenaikan US FFR (Fed Fund Rate) berikutnya dan risiko eskalasi perang dagang AS versus Cina, Eropa, Kanada, serta Meksiko,” tuturnya.

Sementara, faktor domestik yang turut melemahkan nilai tukar rupiah yakni Current Account Deficit (CAD) atau defisit transaksi berjalan Indonesia membesar. “Likuiditas dolar AS di pasar domestik juga seret dan terkonsentrasi di bank-bank besar, diperparah banyak korporasi yang rebutan beli dolar AS,” ucapnya Eric.

Comments

Popular posts from this blog

Mensosialisasikan Peraturan Haji Embarkasi Haji

Mahasiswa UI Menemukan Cara Baru Agar Cadangan Minyak Tidak Cepat Habis